Program makan gratis yang digagas oleh Prabowo Subianto adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah, santri, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini mulai direalisasikan sejak awal 2025 dan secara bertahap menargetkan seluruh anak di Indonesia untuk menerima akses makanan bergizi.
Tujuan
- Mengatasi masalah gizi buruk dan stunting: Program ini dirancang untuk mengatasi kekurangan gizi di Indonesia dengan menyediakan makanan bergizi seimbang.
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM): Makanan bergizi diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan IQ dan minat belajar.
- Mendukung kesehatan ibu hamil dan menyusui: Program ini juga mencakup ibu hamil dan ibu menyusui untuk memastikan mereka mendapatkan gizi yang cukup untuk kesehatan mereka dan anak-anak mereka.
Target dan Pelaksanaan
- Target penerima manfaat: Mencapai 82,9 juta orang, yang di dalamnya termasuk anak-anak sekolah, santri, ibu hamil, dan anak balita.
- Pelaksanaan bertahap: Program dijalankan secara bertahap, dimulai dari daerah dengan angka kemiskinan dan status gizi rendah.
- Anggaran: Program ini memiliki alokasi anggaran sebesar Rp400 triliun per tahun, dan akan terus dianggarkan untuk tahun-tahun berikutnya melalui APBN.
- Keterlibatan pihak lain: Pemerintah mengajak UMKM dan koperasi untuk bermitra dalam program ini dengan tujuan menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal.
Tantangan
- Kendala distribusi: Masih ada hambatan fisik dan administratif yang dihadapi dalam mendistribusikan makanan ke seluruh wilayah Indonesia.
- Keamanan pangan: Pemerintah terus memperkuat pengawasan dan standar operasional untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan, meskipun masih ada kasus keracunan makanan yang terjadi.
- Penyempurnaan menu: Pemerintah terus melakukan perbaikan pada menu agar lebih disukai dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak.




