-
DAYS
-
HOURS
-
MINUTES
-
SECONDS

Engage your visitors!

Beranda / Technology / Kepala Desa Panyindangan Berterimakasih Kepada Om Zein Dan KDM Atas Bantuan Untuk Warganya

Kepala Desa Panyindangan Berterimakasih Kepada Om Zein Dan KDM Atas Bantuan Untuk Warganya

Purwakarta/tamparan.net

Kepala Desa Panyindangan, Abdul Karim, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein, serta Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM), atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada warga Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

Ucapan tersebut disampaikan Abdul Karim melalui pesan WhatsApp pada Jumat (27/3/2026). Ia mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan sangat berarti bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang terdampak bencana pergerakan tanah.


Menurutnya, perhatian pemerintah telah direalisasikan secara bertahap. Pada tahun 2023, sebanyak 13 unit rumah telah dibangun dengan anggaran dari Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta.

Kemudian pada tahun 2024, kembali diberikan bantuan berupa empat unit Rumah Unggul Sistem Panel Instan (RUSPIN), yakni teknologi rumah pracetak modular tahan gempa yang dikembangkan oleh Kementerian PUPR, dengan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.


Selanjutnya, pada tahun anggaran 2025, pembangunan terus berlanjut melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Jawa Barat. Program tersebut mencakup pembangunan 40 rumah adat Sunda berbentuk rumah panggung kayu dengan atap julang ngapak, lengkap dengan fasilitas pendukung seperti listrik, drainase, sarana air bersih, gapura, papan nama, serta pematangan lahan (cut and fill).


Lokasi pembangunan berada di Kampung Pasir Cabe, Desa Panyindangan, yang kini dikenal sebagai “Kampung KDM”. Kawasan tersebut direncanakan menjadi hunian baru bagi warga terdampak bencana tanah bergerak.


“Saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Insyaallah dalam waktu dekat akan segera ditempati oleh warga,” ujar Abdul Karim.


Ia pun kembali menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah daerah dan provinsi atas kepedulian terhadap warganya.


“Lembur diurus, kota ditata. Purwakarta istimewa, Jawa Barat lebih istimewa,” pungkasnya.

(NL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *