Bandung Barat/tamparan.net
Kondisi gelap di sepanjang jalan tersebut membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas, terutama pada malam hari. Situasi ini dinilai rawan memicu kecelakaan lalu lintas, baik bagi pengguna roda dua maupun roda empat.

Ironisnya, PJU sebenarnya telah terpasang di sepanjang ruas jalan. Namun, banyak lampu yang tidak berfungsi dan dibiarkan mati tanpa perbaikan, sehingga keberadaannya tidak memberikan manfaat optimal.
Keluhan ini disampaikan oleh Mustopa Kamal, seorang pengendara roda empat yang melintas dari arah Padalarang menuju Purwakarta. Ia mengaku harus ekstra hati-hati karena kondisi jalan yang gelap, selasa (5/5/2026).
“Penerangan sangat minim, banyak lampu mati. Ini jelas mengganggu kenyamanan dan sangat berisiko bagi keselamatan,” ujarnya.
Sebagai insan pers, Mustopa juga menyayangkan lambannya penanganan terhadap fasilitas publik yang seharusnya menjadi prioritas keselamatan masyarakat.
Ia mendesak pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Bandung Barat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk segera turun tangan memperbaiki PJU yang rusak.
“Jangan sampai ada korban dulu baru diperbaiki. Ini menyangkut keselamatan banyak orang,” tegasnya.
Pengendara berharap adanya tindakan cepat dari pihak berwenang agar penerangan jalan kembali berfungsi optimal dan keamanan pengguna jalan dapat terjamin.
(Red)






