-
DAYS
-
HOURS
-
MINUTES
-
SECONDS

Engage your visitors!

Beranda / purwakarta / Kajian Kitab Bidayatul Hidayah: Ustadz Muhammad Khoerudin Ajak Jamaah Jaga Adab Salat dan Berpakaian Sesuai Tuntunan Rasulullah

Kajian Kitab Bidayatul Hidayah: Ustadz Muhammad Khoerudin Ajak Jamaah Jaga Adab Salat dan Berpakaian Sesuai Tuntunan Rasulullah

Purwakarta/tamparan.net

Suasana khidmat menyelimuti kajian rutin Kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali yang disampaikan Ustadz Muhammad Khoerudin di Majelis Sa’adatul Qudsiyyah, Kampung Pesantren RT 07/03, Desa Nagrog, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, sabtu malam (17/7/2026).

Dalam kajian tersebut, Ustadz Muhammad Khoerudin mengingatkan bahwa ibadah tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya rukun dan syarat, tetapi juga oleh adab yang diajarkan Rasulullah SAW. Salah satu adab yang dibahas adalah tata cara berpakaian ketika melaksanakan salat.


“Seorang muslim hendaknya datang menghadap Allah SWT dengan pakaian yang bersih, suci, rapi, dan sederhana. Jangan sampai pakaian yang dikenakan justru mengurangi kekhusyukan dalam beribadah,” ujar Ustadz Muhammad Khoerudin.

Beliau menjelaskan, dalam fikih Syafi’i terdapat beberapa perkara yang dimakruhkan saat salat, di antaranya melipat lengan baju (kaffuts tsaub) serta mengenakan pakaian yang terlalu mencolok, penuh corak, atau berlebihan sehingga dapat mengganggu kekhusyukan diri sendiri maupun jamaah lainnya.


Larangan melipat pakaian saat salat didasarkan pada sabda Rasulullah SAW:
“Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh anggota badan dan tidak menahan (melipat) pakaian maupun rambut.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, beliau juga mengingatkan sunnah mengenakan pakaian berwarna putih sebagaimana sabda Rasulullah SAW:


“Pakailah pakaian yang berwarna putih, karena itu adalah pakaian kalian yang terbaik, dan kafanilah orang-orang yang meninggal di antara kalian dengannya.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Tidak hanya membahas adab berpakaian, kajian juga mengulas pentingnya mempelajari Al-Qur’an dengan guru yang kompeten, memperhatikan makharijul huruf dan ilmu tajwid, serta memahami tata cara membaca Al-Qur’an dalam salat berjamaah sesuai tuntunan syariat.


Melalui kajian Kitab Bidayatul Hidayah, jamaah diajak untuk tidak hanya memperbaiki gerakan dan bacaan salat, tetapi juga menyempurnakan adab lahir maupun batin ketika menghadap Allah SWT. Dengan demikian, ibadah yang dilakukan diharapkan tidak hanya sah secara fikih, tetapi juga semakin khusyuk, bernilai, dan berdampak positif terhadap akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *