Purwakarta | Tamparan.net
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wikara melalui program Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPPM) berkolaborasi dengan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pertanian dan Sosialisasi Kampung Iklim di GOR Serbaguna Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Senin (20/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 60 peserta yang terdiri dari petani, pelaku UMKM, dan tokoh masyarakat. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim.
Camat Bojong, Dede Iskandar, S.E., A.Kp., M.M., yang membuka kegiatan secara resmi menegaskan bahwa upaya mewujudkan kemandirian pangan harus dimulai dari tingkat desa melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
“Kemandirian pangan tidak bisa dibangun sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar potensi pertanian desa mampu memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Dede Iskandar.
Kepala Desa Cileunca, Arom Munjin, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Bimtek menjadi sarana edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengoptimalkan potensi lahan pertanian sekaligus meningkatkan pengetahuan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Dalam kesempatan itu, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta menghadirkan sejumlah narasumber untuk menyampaikan materi. Salah satunya, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispangtan Purwakarta, Tatang Sopian, yang memaparkan strategi penguatan ketahanan pangan lokal, pengembangan rantai pangan desa, serta tata kelola ketersediaan pangan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Desa Cileunca, Arom Munjin, berharap kegiatan hasil kolaborasi antara STIE Wikara dan Dispangtan Purwakarta ini mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung terwujudnya Desa Cileunca sebagai desa yang tangguh terhadap perubahan iklim.
Reporter: Bah Endang
Editor: Andhi Jalal





