PURWAKARTA/tamparan.net
Masa sekolah bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesadaran untuk menentukan masa depan. Karena itu, pembinaan terhadap pelajar menjadi bagian penting dalam mencegah mereka terjerumus pada berbagai perilaku negatif.
Hal tersebut dilakukan Polres Purwakarta melalui kegiatan penguatan karakter siswa di lingkungan SMA dan MA Al-Muhajirin, yang berlangsung di Aula SDK Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Rabu (23/9/2026), mulai pukul 10.30 WIB hingga 12.00 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, Kabagren Polres Purwakarta Kompol Dr. H. Iwan Rasiwan, S.H., M.H., hadir langsung memberikan materi edukasi dan pembinaan kepada para peserta didik.
Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara Polri dan tenaga pendidik dalam memberikan wawasan, pemahaman, serta motivasi kepada pelajar agar mampu mengenali berbagai risiko di lingkungan pergaulan sekaligus berani mengambil keputusan yang positif bagi masa depan mereka.
Materi yang disampaikan mencakup bahaya dan pencegahan tawuran pelajar, bahaya minuman keras bagi pelajar dan lingkungan, bahaya serta dampak penyalahgunaan narkoba, hingga pembinaan kesadaran hukum, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai pelajar.
Dalam penyampaiannya, pelajar diberikan pemahaman bahwa tawuran bukan sekadar persoalan perkelahian antarkelompok, tetapi dapat menimbulkan korban, merusak fasilitas, mengganggu masyarakat, dan membawa konsekuensi hukum bagi pihak yang terlibat.
Pelajar juga diajak memahami bahwa minuman keras dan narkoba dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan, pendidikan, hubungan sosial, serta masa depan. Karena itu, kemampuan untuk menolak ajakan yang berisiko dan memilih lingkungan pergaulan yang sehat menjadi bagian penting dalam menjaga diri.
Selain menjauhi perilaku negatif, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kesadaran hukum. Mengetahui aturan sejak dini diharapkan dapat membantu pelajar memahami batasan perilaku, menghargai hak orang lain, serta membangun sikap disiplin dan bertanggung jawab.
Kabagren Polres Purwakarta Kompol Dr. H. Iwan Rasiwan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pembinaan kepada pelajar merupakan investasi penting untuk membentuk generasi yang memiliki karakter kuat.
“Pelajar adalah generasi yang sedang mempersiapkan masa depan. Karena itu, jangan sampai masa sekolah justru diisi dengan hal-hal yang dapat merusak masa depan. Pahami bahaya tawuran, miras, dan narkoba, jaga pergaulan, disiplin dalam belajar, serta pahami aturan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberanian seorang pelajar bukan ditunjukkan dengan ikut tawuran atau mencoba sesuatu yang berbahaya, tetapi dengan kemampuan mengatakan tidak terhadap ajakan negatif dan berani memilih lingkungan yang membawa kebaikan.
“Kalau ada ajakan yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain, jangan ikut-ikutan. Berani menolak adalah bentuk tanggung jawab terhadap masa depan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi pelajar untuk memahami bahwa menjaga keamanan dan ketertiban tidak hanya menjadi tugas kepolisian. Sekolah, orang tua, guru, dan siswa memiliki peran yang saling berkaitan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat.
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, S.I.K., S.H., M.Si., melalui Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini, menyampaikan bahwa sinergi antara kepolisian dan tenaga pendidik sangat penting dalam membangun karakter generasi muda.
“Pembinaan pelajar merupakan bagian dari upaya pencegahan. Polri bersama sekolah perlu terus memberikan edukasi agar siswa memahami risiko tawuran, miras, narkoba, maupun pelanggaran hukum lainnya. Kami ingin para pelajar tumbuh menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki kesadaran hukum, dan mampu menjaga dirinya dari pengaruh negatif,” ungkapnya.
Menurutnya, pencegahan akan lebih efektif ketika dilakukan sejak dini melalui komunikasi yang terbuka antara siswa, guru, orang tua, dan kepolisian. Pelajar juga diharapkan tidak ragu menyampaikan kepada guru atau orang yang dipercaya apabila menghadapi tekanan pergaulan maupun mengetahui adanya potensi perilaku yang membahayakan.
Lingkungan sekolah yang aman bukan hanya dibangun melalui aturan, tetapi juga melalui budaya saling menghormati, kepedulian, dan keberanian untuk mencegah perilaku negatif.
Melalui kegiatan penguatan karakter tersebut, Polres Purwakarta berharap para siswa SMA dan MA Al-Muhajirin dapat semakin memahami bahwa menjaga masa depan dimulai dari pilihan yang dibuat hari ini.
Jauhi tawuran, tolak miras dan narkoba, kenali hukum, dan disiplin menata masa depan.
Pelajar hebat bukan yang paling keras, tetapi yang mampu menjaga diri, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab atas pilihannya.
Jaga Rawat Jawa Barat — JAWARA!
(Red)




