PURWAKARTA/Tamparan.net
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Forum Komunikasi Wartawan Purwasuka (Forkowap). Sosok yang dikenal penyayang, penuh perhatian dan senantiasa memberikan motivasi kepada generasi muda, Bapak Edi Pujasmedi, Dewan Penasehat Forkowap telah berpulang ke Rahmatullah.

Almarhum Edi Pujasmedi disemayamkan di Desa Taringgul Landeuh, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Senin (5/10/2026).
Saepul Malik, MK mewakili Jajaran Pengurus Forkowap, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum Bapak Edi Pujasmedi.
“Kami dari jajaran pengurus Forkowap mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Edi Pujasmedi. Semoga almarhum diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala dosa-dosanya dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Bang Eful Cengek sapaan akrabnya, Senin (5/10/2026).
Bang Eful juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan, kesabaran, ketabahan dan ketawakalan dalam menghadapi kepergian almarhum.
Menurut Bang Eful, Edi Pujasmedi merupakan sosok orang tua yang penyayang dan penuh perhatian. Almarhum juga dikenal memiliki kepedulian terhadap anak-anak muda dan selalu memberikan semangat agar mereka tidak berhenti berkarya, apapun aktivitas yang dijalani.
Salah satu pesan almarhum yang hingga kini melekat dalam ingatannya adalah agar tidak pernah bosan untuk berkarya, meskipun dalam perjalanan menghadapi berbagai rintangan, bahkan terkadang harus berhadapan dengan orang-orang yang tidak menyukai langkah yang dilakukan.
“Beliau pernah berpesan, jangan pernah bosan untuk berkarya, walaupun langkah kita banyak rintangan dan terkadang dibenci orang. Itulah risikonya seorang sosial kontrol, utamanya dalam kiprah di dunia jurnalistik. Kadang kita didekati, kadang juga dijauhi,” kenang Bang Eful
Pesan tersebut, kata Bang Eful, menjadi pengingat bahwa menjalankan fungsi sosial kontrol, khususnya melalui dunia jurnalistik, membutuhkan keteguhan dan konsistensi. Perbedaan sikap maupun pandangan merupakan bagian dari dinamika dalam menjalankan aktivitas tersebut.
“Pesan beliau akan selalu saya ingat. Tetap berkarya, tetap memberikan manfaat dan jangan berhenti hanya karena ada rintangan ataupun perbedaan pandangan,” tambahnya.
Bagi Bang Eful dan orang-orang yang pernah mengenalnya, kepergian Pak Edi Pujasmedi bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga meninggalkan teladan dan pesan tentang semangat berkarya serta keberanian untuk tetap memberikan manfaat bagi orang lain.
Selamat jalan, Bapak Edi Pujasmedi. Semoga husnul khatimah, seluruh amal ibadah diterima Allah SWT, segala dosa dan kekhilafan diampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
(Red)



