PURWAKARTA/tamparan.net
Kebersamaan dan kekompakan para pemain tenis meja yang tergabung dalam Komunitas Bowakid (Bojong, Wanayasa, Kiarapedes dan Darangdan) tak hanya terlihat saat bertanding di atas meja pingpong.

Semangat guyub dan kekeluargaan itu kembali ditunjukkan dengan menggelar makan bersama Sate Maranggi khas Wanayasa di Kampung Cisair, Desa Sakambang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Rabu (30/9/2026).
Puluhan pemain Komunitas Bowakid tiba di lokasi Sate Maranggi Cisair tepat menjelang waktu makan siang. Setibanya di lokasi, para pecinta olahraga pingpong tersebut tidak perlu menunggu lama.

Ratusan tusuk Sate Maranggi yang telah disiapkan langsung tersaji untuk disantap bersama. Suasana pun semakin hangat, bukan hanya karena aroma sate yang menggugah selera, tetapi juga karena canda, tawa dan keakraban para pemain yang selama ini dipersatukan melalui olahraga tenis meja.
Salah seorang pemain tenis meja Komunitas Bowakid, Ama Jui, mengatakan kebersamaan yang dibangun di dalam komunitas tidak berhenti ketika latihan atau pertandingan selesai.

Menurutnya, kekompakan justru perlu terus dirawat melalui berbagai kegiatan di luar olahraga agar hubungan antarpemain semakin erat.
“Kebersamaan kami di Komunitas Pingpong Bowakid ini bukan hanya saat berlatih tenis meja saja. Di luar olahraga pingpong pun kami tetap menjaga kekompakan, salah satunya dengan makan bersama seperti ini,” ujar Ama Jui.
Ia menambahkan, kegiatan makan bersama menjadi salah satu cara sederhana untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun suasana kekeluargaan di antara para pemain yang berasal dari empat wilayah tersebut.
“Ini bukan sekadar makan sate, tetapi menjadi momentum untuk berkumpul, bercengkerama dan semakin mempererat persaudaraan sesama pemain Bowakid,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Ama Jui juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Rino Arlend, CEO Seblak Neng Giung, yang telah mentraktir para pemain dengan hidangan Sate Maranggi Cisair.
“Kami haturkan terima kasih kepada Kang Rino Arlend, CEO Seblak Neng Giung, yang telah mentraktir kami. Sate Maranggi Cisairnya enak dan sedap. Semoga kebaikannya mendapat balasan yang lebih baik,” ucapnya.
Bagi Komunitas Bowakid, olahraga tenis meja bukan sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran maupun mengasah kemampuan bermain. Lebih dari itu, meja pingpong menjadi ruang untuk mempertemukan banyak orang, membangun persahabatan dan memperkuat rasa persaudaraan.
Dari meja pingpong, berlanjut ke meja makan—Bowakid membuktikan bahwa kekompakan tak mengenal batas lapangan.
(Red)






