Purwakarta/tamparan.net
Setelah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama kurang lebih satu bulan, mahasiswa Universitas Kartamulia kelompok Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, resmi berpamitan kepada Pemerintah Desa Sukamulya pada hari Jumat 28 Agustus 2026.
Kegiatan perpisahan tersebut menjadi momentum penutup rangkaian pengabdian mahasiswa KKN di tengah masyarakat. Dalam kesempatan itu, mahasiswa menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Sukamulya dan masyarakat yang telah menerima serta mendukung berbagai kegiatan selama pelaksanaan KKN.
Kepala Desa Sukamulya, H. Kusmayadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mahasiswa KKN Universitas Kartamulia yang telah melaksanakan pengabdian di Desa Sukamulya.
Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang sudah melakukan pengabdian di desa kami. Kami juga memohon maaf apabila selama menerima dan mendampingi adik-adik masih terdapat kekurangan dalam sambutan maupun hal lainnya,” ujar H. Kusmayadi.
Ia berharap pengalaman selama berada di Desa Sukamulya dapat menjadi bekal bagi para mahasiswa ketika nantinya terjun dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga belajar memahami kehidupan sosial dan berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat.
Semoga apa yang didapat selama KKN ini bisa menjadi bekal kalian di masyarakat. Kami juga berharap ke depan semakin banyak anak-anak dari Desa Sukamulya yang bisa bersekolah tinggi, menggapai cita-cita dan menjadi seperti kalian,” katanya.
Anggraena: KKN Bukan Sekadar Menjalankan Program
Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) KKN Universitas Kartamulia Kelompok Sukamulya, Anggraena, mengatakan bahwa selama satu bulan berada di Desa Sukamulya, mahasiswa mendapatkan banyak pengalaman berharga.
Menurutnya, KKN bukan hanya tentang menjalankan program kerja yang telah disusun oleh mahasiswa, tetapi juga menjadi proses belajar untuk memahami kehidupan masyarakat secara langsung.
Selama satu bulan di Desa Sukamulya, kami banyak mendapatkan pengalaman yang tidak semuanya bisa kami dapatkan di ruang kelas. Kami belajar bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat, memahami kebutuhan warga, bekerja sama dengan pemerintah desa, sekaligus belajar bertanggung jawab terhadap setiap program yang kami jalankan,” ujar Anggraena.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Sukamulya beserta jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh warga yang telah memberikan ruang dan dukungan kepada mahasiswa selama melaksanakan KKN.
Kami datang sebagai mahasiswa, tetapi pulang membawa banyak pelajaran dan pengalaman. Tentunya ada kekurangan selama kami menjalankan program, untuk itu kami juga memohon maaf. Semoga apa yang kami lakukan selama KKN bisa memberikan manfaat, meskipun mungkin belum sempurna,” katanya.
Sekretaris KKN: Perpisahan Bukan Akhir Silaturahmi
Sekretaris KKN Kelompok Sukamulya, M. Reza Gumilar, menambahkan bahwa perpisahan dengan Pemerintah Desa Sukamulya bukan berarti berakhirnya hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat.
Ia berharap komunikasi dan silaturahmi yang telah terbangun selama pelaksanaan KKN dapat terus terjaga meskipun mahasiswa telah kembali menjalankan aktivitas perkuliahan.
Bagi kami, perpisahan ini bukan akhir dari silaturahmi. Selama satu bulan kami telah menjadi bagian dari masyarakat Desa Sukamulya. Banyak hal yang kami dapatkan, baik pengalaman, pengetahuan maupun pelajaran tentang bagaimana hidup dan bekerja bersama masyarakat,” ungkap Reza.
Ia juga berharap program dan kegiatan yang telah dilaksanakan mahasiswa dapat diteruskan serta dikembangkan oleh masyarakat dan pemerintah desa.
Acara perpisahan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan sertifikat sebagai bentuk apresiasi serta simbol berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKN Universitas Kartamulia Kelompok Sukamulya.
Acara perpisahan tersebut sekaligus menjadi bentuk perpisahan secara administratif dan kelembagaan antara mahasiswa KKN dengan Pemerintah Desa Sukamulya setelah satu bulan menjalankan rangkaian pengabdian. Namun, secara keseluruhan kegiatan KKN Kelompok Sukamulya belum sepenuhnya berakhir karena masih terdapat sejumlah agenda program kerja yang akan diselesaikan.
Setidaknya masih terdapat 1 program kerja yang akan dilaksanakan, salah satunya Final Sukamulya Cup, yakni kegiatan olahraga yang digelar melalui kolaborasi mahasiswa KKN dengan para pemuda Desa Sukamulya.
program tersebut menjadi bagian dari rangkaian akhir pengabdian mahasiswa sebelum seluruh program KKN dinyatakan selesai.
Dengan demikian, meskipun secara administrasi telah dilakukan perpisahan dengan pemerintah desa, silaturahmi dan kolaborasi mahasiswa KKN dengan masyarakat Desa Sukamulya masih terus berlangsung hingga seluruh program kerja selesai dilaksanakan.
Momen tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya perjalanan satu bulan mahasiswa KKN di Desa Sukamulya, dengan membawa pulang pengalaman dan kenangan dari masyarakat yang telah menjadi bagian penting dalam proses pengabdian mereka.
Agg)






