-
DAYS
-
HOURS
-
MINUTES
-
SECONDS

Engage your visitors!

Beranda / Religi / Ustadz Muhammad Khoerudin: Pahami Perbedaan Kufur I’tiqad dan Rencana Melakukan Dosa Besar

Ustadz Muhammad Khoerudin: Pahami Perbedaan Kufur I’tiqad dan Rencana Melakukan Dosa Besar

Purwakarta/tamparan.net

Kajian rutin Kitab Sulam Taufiq yang disampaikan Ustadz Muhammad Khoerudin di majelis milik Bapak Ayi, Kampung Warung Gombong, Desa Simpang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Selasa malam (30/6/2026), mengupas persoalan akidah yang berkaitan dengan kufur i’tiqad serta perbedaannya dengan rencana melakukan dosa besar.

Kajian yang dihadiri para jamaah dari beberapa desa di 2 wilayah kecamatan Wanayasa dan Bojong, berlangsung khidmat. Para jamaah mengikuti penjelasan materi dengan penuh perhatian hingga akhir kegiatan.


Dalam pemaparannya, Ustadz Muhammad Khoerudin menjelaskan bahwa Kitab Sulam Taufiq menguraikan berbagai perkara yang dapat membatalkan keimanan seseorang, termasuk yang berkaitan dengan kufur i’tiqad.


Beliau menerangkan bahwa apabila seseorang telah memiliki i’tiqad (keyakinan atau tekad) untuk melakukan kekufuran, maka hal tersebut termasuk kufur, meskipun baru sebatas niat atau rencana dan belum diwujudkan dalam perbuatan.


Berbeda halnya dengan seseorang yang berencana melakukan dosa besar, seperti membunuh atau menganiaya orang lain. Menurut penjelasan beliau, orang tersebut tidak serta-merta dihukumi sebagai orang fasik hanya karena baru memiliki rencana, selama perbuatan itu belum dilakukan. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang jelas antara hukum rencana melakukan kekufuran dan rencana melakukan dosa besar.

Selain itu, kajian juga membahas adab dalam menyebut tokoh-tokoh Islam. Lafaz rahimahullah digunakan untuk kaum muslimin atau ulama yang telah wafat, radhiyallahu ‘anhu digunakan bagi para sahabat Nabi Muhammad SAW, ‘alaihissalam digunakan untuk para nabi, sedangkan shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) merupakan bentuk penghormatan yang dikhususkan bagi Nabi Muhammad SAW.

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Muhammad Khoerudin juga mengingatkan bahwa doa-doa yang berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an hendaknya dibaca sesuai dengan lafaz yang terdapat dalam Al-Qur’an dan tidak diubah redaksinya, sebagai bentuk menjaga keaslian kalam Allah SWT.

Kajian Kitab Sulam Taufiq tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman akidah, ibadah, dan akhlak para jamaah agar senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, serta penjelasan para ulama.

(Red)