Purwakarta/tamparan.net
Keberadaan kucing liar di kawasan kuliner dan wisata dinilai membutuhkan perhatian serius, baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah. Selain menyangkut kesejahteraan hewan, penanganan yang baik juga dinilai dapat menjadi daya tarik wisata berbasis kepedulian lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Ma Ulen (56), seorang pedagang gorengan di kawasan Kuliner Purnawarman, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, manusia sebagai makhluk berakal seharusnya memiliki rasa empati terhadap sesama makhluk hidup, termasuk hewan terlantar yang berada di sekitar lingkungan masyarakat.
“Kalau ada makhluk hidup yang membutuhkan bantuan, termasuk kucing liar, sebaiknya ditolong semampunya. Apalagi bagi yang memiliki rezeki lebih,” ujar Ma Ulen.
Ia mengungkapkan, masih ditemukan anak-anak kucing yang dibuang tanpa induknya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kondisi itu membuat hewan-hewan tersebut kesulitan bertahan hidup karena kehilangan sumber makanan dan perlindungan.
Ma Ulen menilai, kepedulian kecil dari masyarakat dapat membantu keberlangsungan hidup kucing-kucing liar di kawasan tersebut. Dalam kesehariannya, ia mengaku kerap menyediakan makanan bagi kucing yang datang menghampirinya.
Namun di sisi lain, ia menyayangkan masih adanya tindakan kekerasan terhadap hewan yang dilakukan sebagian oknum masyarakat.
“Masih ada yang tega menyakiti bahkan membanting kucing karena alasan tertentu. Padahal hewan juga butuh perlakuan yang baik,” katanya.
Lebih lanjut, Ma Ulen berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan penanganan khusus terhadap keberadaan kucing liar di kawasan wisata dan kuliner.
Menurutnya, jika ditata dengan baik, keberadaan kucing justru dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, khususnya para pencinta hewan.
Ia menilai kawasan Purnawarman memiliki potensi dikembangkan sebagai area ramah hewan yang tetap memperhatikan kebersihan dan kenyamanan pengunjung.
Selain itu, dirinya juga mengimbau masyarakat agar lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah makanan pada tempatnya. Sisa makanan yang masih layak, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk hewan liar dibanding dibuang sembarangan.
“Kalau makanannya masih bisa dimanfaatkan untuk kucing, lebih baik diberikan. Jangan dibuang sembarangan karena kasihan juga petugas kebersihan,” ucapnya.
Di akhir perbincangan, Ma Ulen mengaku kerap mencari sisa ayam dengan harga murah untuk diberikan kepada kucing-kucing liar yang berada di sekitar kawasan kuliner tersebut.
(Laela/Tim)






