Purwakarta/tamparan.net
Semangat pantang menyerah ditunjukkan para pegiat tenis meja dalam Turnamen AAY CUP yang berlangsung di Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, pada 8–9 Agustus 2026.

Kang Ipin (Atlit Bowakid Community)
Salah satu yang mendapat perhatian adalah Kang Ipin, pegiat tenis meja dari PTM BOWAKID Community, yang tetap tampil bertanding setelah sebelumnya mengalami kecelakaan cukup serius hingga mengalami luka di bagian kepala.
Sebelumnya, Kang Ipin juga mengikuti Turnamen ASPAK CUP di Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat. Kini, meski masih merasakan dampak dari kecelakaan yang dialaminya, ia kembali menunjukkan semangat dengan tampil dalam Turnamen AAY CUP di Bungursari Purwakarta.
H. Deni dari PTM Balarea, Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, mengaku terharu sekaligus memberikan apresiasi terhadap perjuangan Kang Ipin dan rekan-rekan sesama pegiat tenis meja.
“Yang membuat saya terharu adalah semangat Kang Ipin. Setelah mengalami kecelakaan dengan luka serius di kepala, dia masih mampu bangkit dan mengikuti turnamen. Sebelumnya ikut ASPAK CUP di Cipendeuy dan sekarang kembali bertanding di Bungursari,” ujar H. Deni.
Menurut H. Deni, Kang Ipin tetap menunjukkan sikap santai dan tidak banyak mengeluh meskipun masih merasakan dampak dari kecelakaan yang dialaminya.
“Kadang dia masih mengeluh pusing akibat benturan, tetapi tetap saja cengengesan dan bermain seperti tidak terjadi apa-apa. Justru kita yang melihatnya merasa khawatir dengan kondisinya,” katanya.
H. Deni menilai semangat tersebut merupakan gambaran mental seorang olahragawan. Menurutnya, olahraga bukan hanya tentang mengejar kemenangan, tetapi juga membangun karakter, solidaritas, persahabatan dan semangat pantang menyerah.
“Inilah mental olahragawan yang sesungguhnya. Kita patut mengapresiasi rekan-rekan yang terus berjuang dan berprestasi. Mudah-mudahan semangat mereka bisa menjadi inspirasi bagi kita semua,” tuturnya.
Ia juga berharap kegiatan turnamen tenis meja seperti AAY CUP dapat terus digelar. Selain menjadi ajang kompetisi dan mengasah kemampuan atlet, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antarkomunitas tenis meja di Purwakarta dan sekitarnya.
“Pingpong bukan hanya soal menang dan kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana olahraga ini membangun silaturahmi dan mempererat persaudaraan,” pungkas H. Deni.
Turnamen AAY CUP Bungursari yang berlangsung selama dua hari, 8–9 Agustus 2026, menjadi salah satu momentum bagi para pecinta tenis meja untuk kembali memperkuat semangat sportivitas, persaudaraan dan kebersamaan melalui olahraga.
(Red)






