-
DAYS
-
HOURS
-
MINUTES
-
SECONDS

Engage your visitors!

Beranda / purwakarta / Kajian Kitab Sulam Taufik,  Di Desa Simpang Bahas Bahaya Murtad dan Pentingnya Menjaga Keimanan

Kajian Kitab Sulam Taufik,  Di Desa Simpang Bahas Bahaya Murtad dan Pentingnya Menjaga Keimanan

Purwakarta/tamparan.net

Pengajian rutin Kitab Sulam Taufik yang diasuh Ustadz Muhammad Khoerudin kembali digelar pada Selasa malam (26/7/2026) di kediaman Bapak Ayi, Kampung Warung Gombong, Desa Simpang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta. Kegiatan tersebut dihadiri puluhan jamaah yang secara istiqamah mengikuti kajian kitab klasik sebagai bekal memperdalam ilmu agama.

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Muhammad Khoerudin menyampaikan materi mengenai bahaya murtad (riddah) sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Sulam Taufik.

Beliau mengingatkan bahwa setiap Muslim wajib menjaga akidahnya dan menghindari segala bentuk perkataan, keyakinan, maupun perbuatan yang dapat mengeluarkan seseorang dari agama Islam. Kitab Sulam Taufik sendiri merupakan kitab dasar yang membahas akidah, fikih, dan akhlak dalam mazhab Syafi’i.

Dalam penjelasannya, Ustadz Muhammad Khoerudin menerangkan bahwa seseorang yang terjatuh dalam kemurtadan diwajibkan segera bertaubat dengan taubat yang sungguh-sungguh, kembali mengucapkan dua kalimat syahadat, menghentikan perbuatan yang menyebabkan kemurtadan, menyesali perbuatannya, serta bertekad tidak mengulanginya lagi.

Beliau juga menjelaskan beberapa konsekuensi hukum yang disebutkan dalam kitab, di antaranya gugurnya amal ibadah apabila seseorang meninggal dalam keadaan murtad, serta ketentuan-ketentuan fikih lainnya yang berkaitan dengan status pernikahan, warisan, dan masa iddah sesuai pembahasan para ulama dalam kitab tersebut.

Penjelasan itu disampaikan sebagai bagian dari kajian fikih klasik agar jamaah memahami hukum-hukum syariat secara utuh, bukan untuk menghakimi individu tertentu.

Selain membahas persoalan murtad, Ustadz Muhammad Khoerudin juga mengingatkan pentingnya memperbanyak istighfar, menjaga lisan, memperkuat keimanan, serta terus menuntut ilmu agama agar tidak mudah terjerumus kepada pemahaman yang menyimpang.


Pengajian rutin Kitab Sulam Taufik di kediaman Bapak Ayi telah menjadi salah satu majelis ilmu yang istiqamah diselenggarakan setiap malam Selasa di Kampung Warung Gombong. Jamaah berharap kajian tersebut terus menjadi sarana memperdalam pemahaman agama, memperbaiki akhlak, dan memperkokoh keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

(Red)